Senin, 25 Agustus 2025

SAJASI - SAJAK DESKRIPSI

Aku tidak tau harus berkata apa 
lidahku kelu terlilit dilema
Ku menganga 
Berteriak di hadapan terangnya siang
wahai mentari !
kenapa kau sembunyi di malam hari !
kemana gerangan kata sayang ?!
bukankah kau sayang dengan bumi ?
lantas mengapa ?!!!
mengapa kau membisu bersama malam ?!
terbitlah, tolong terbitlah !
kami sudah lelah dengan gelap gulita
lihatlah anak-anak kami sesak gegap gempita 
Aku tak akan berputus asa
menunggumu tiba
meski dirajut raut rasaku 
dilunturkan raup rupaku
senyumku membeku
nafasku pilu
aku masih menunggumu
tetap menantimu
terang, aku ingin bersamamu

Malam ini, aku bingung dengan semua masalah yang ku alami, aku lelah berbicara, menjelaskan segala kebenaran yang ku yakini, hatinya tidak juga terbuka.
sulit sekali mengerti tentang dirinya, sampai sampai aku ingin sekali meluapkan semua perasaan negatif ini, dengan berteriak sekencang-kencangnya, meskipun di keramaian, mempertanyakan kemana aku harus mencari solusi, kemana aku harus mencari jalan keluar, karena pagi hari terasa seperti malam, meski begitu aku tidak akan pernah mundur, tidak akan pernah berubah pikiran, akan selalu berusaha menepati janji, sesulit apapun keadaannya aku akan memegang tanganmu, menunggu sampai semua yang tidak jelas kembali menjadi jelas. 

oleh : Yon Nagib





Tidak ada komentar:

Posting Komentar